jilatan perasaan

Gelisah kembali datang ditengah ramainya kerumunan manusia, aku hanya terdiam melamun di bangku coklat ini setia menanti seseorang yang entah ada dimana. Ditemani kopi hitam yang ampasnya menyerempet tenggorokan. Seperti kata mereka, bak scene sebuah film yang selalu berputar ulang.Sedang apakah engkau di sana? Bermain dengan tumpukan masa lalu? Emmm atau sedang asyik berkelana di dalam dunia mu sendiri? Puaskah engkau di sana? Tak apa, jika kau ingin seperti itu.Tak apa, jika kau ingin memporak- poranda kan tumpukan masa lalu. Terimakasih telah menjadi mata dalam setiap kata yang tak mampu kukata. Jikalau kita memang tak bersama, aku hanya ingin mengucap terimakasih tanpa jeda. Karnamu, aku berani mengeksploras

Komentar